Sejarah

Ilmu Linguistik dimulai sejak Zaman Yunani (abad 6 SM).Pada awalnya, minat penelitian linguistik hanya pada bahasa-bahasa di Eropa.Akan tetapi, sejak abad ke-20, penelitian linguistik meluas ke bahasa-bahasa lain dan mencakup pemanfaatan teknologi, hubungan antara bahasa dan masyarakat, fungsi sosial bahasa, dll.Data dari Ethnologue (www.ethnologue.com) yang diakses pada tanggal 10 Mei 2013 menyebutkan terdapat 7.105 bahasa di dua ratus negara di dunia.Kebanyakan dari bahasa tersebut belum diteliti secara mendalam.Jumlah bahasa yang memiliki sistem tulisan hanya 2.261 bahasa.

Indonesia memiliki sepuluh persen dari seluruh bahasa di dunia, sehingga jumlah total bahasa di Indonesia adalah sekitar 706 bahasa. Kebanyakan bahasa di Indonesia belum diteliti secara mendalam.Pada Kongres Bahasa ke-9 tahun 2008, baru tercatat 442 bahasa di Indonesia, jumlah itu pun masih belum memiliki kelengkapan analisis.Oleh sebab itu, perlu adanya ahli linguistik yang bisa berperan dalam melakukan penelitian terhadap bahasa-bahasa di Indonesia. Penelitian ini bisa mengangkat nama Indonesia di dunia internasional karena para ahli bahasa di negara lain akan tertarik untuk melihat hasil penelitian bahasa-bahasa lokal. Bahkan beberapa bahasa di Indonesia diteliti oleh orang asing.Hal ini bisa disebabkan oleh masih kurangnya ahli linguistik di Indonesia yang mumpuni untuk menjadi peneliti bahasa.

Selain sebagai peneliti bahasa, ahli linguistik juga bisa berperan dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan penerjemahan dan pengajaran bahasa.Semakin mudahnya perpindahan orang, barang, dan IPTEK membuat penerjemahan dan pengajaran bahasa menjadi kebutuhan.Hal ini memunculkan berbagai problematika yang membutuhkan pengambil keputusan, misalnya dalam menentukan terjemahan yang sesuai untuk suatu istilah baru yang belum ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal pengajaran bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa Indonesia, diperlukan pengambil keputusan untuk menentukan cara mengajar yang efektif dan efisien serta sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelajar.